Wednesday, May 4

A Little Reflection

Hallo, everyone!
This time, I'll write in bahasa & eng :)

Whoa udah lama banget gak update ini blog. Baru liat, terakhir update itu 2014..
OMG! 2016 already! haha.. Been really busy with this & that.
So, aku ud married setaun & almost 2 years. Already have a son named Michael..
He's 4 months old & almost 5 months next saturday.
Jadi, short to say, I'm a mommy already & a housewife at once..

My daily routines are bangun pagi, mandiin Mike, pumping (I'm breastfeed), nyusuin,
and the other side I have to take care of my hubby too.. As I'm nannyless, it means I can't
cook for lunch so hubby (sadly) has to have lunch outside. And we decided buat makan
bareng-bareng nya in dinner.. Jadi, hubby pulang, gantian jaga Mike & I'll be cooking for
dinner.. Sadly, many people don't know that I can cook.. At first, indeed I can't cooking. As
time goes by & as a housewife (I should be able to cook)! So, I learned.. Not in formal ways,
but I tried to cook this & that myself.. Semenjak punya Mike, we decided buat makan malem
di rumah.. And thank God, now I finally can cook. Bener kata mama saya, sebagai wanita, kita
pasti harus bisa masak, but it takes times. Mau tidak mau harus bisa masak, walaupun hanya
masak yang sederhana saja (sautéed or frying, etc). Gak harus kok bisa masak masakan
restaurant sampek yang fancy banget.. You're a wife, not a chef or maid.. Pertama kali married,
it's ok kalau gak bisa masak (memang lebih baik kalau bisa), tapi pasti dengan berjalannya waktu
you'll learn..

Nah, karna banyak yang tidak tau saya sudah bisa memasak, tiap kali ada yang bertanya
"Kamu sudah bisa masak?" - "Can you cook?"
Dan setiap kali saya di tanyakan dengan pertanyaan yg sama, saya hanya tersenyum..
Karna menurut saya, saya tidak perlu menjelaskan.. saya hanya cukup membuktikan..
Tetapi, ternyata bukti saya itu kurang kuat, seperti nya tidak terlihat..
Jelas, karna saya tidak pernah memposting masakan saya ke social media..
Pedoman saya adalah as long as my hubby likes my cooking & he's full, that's all that matters right?
Apakah perlu, tiap selesai masak terus d foto & d update k social media? Nope! Tidak Perlu!
Sekarang pertanyaan nya, "Untuk apa?"

Jadi, saya memposting tulisan ini bukan untuk menjelaskan & memamerkan bahwa saya sudah bisa
memasak. Saya hanya ingin menyemangati wanita-wanita di luar sana yang belum bisa memasak.
Trust me, you don't need to worry. You'll soon bisa masak (kalau ada niat untuk belajar)..

Dan jadi, saya memutuskan untuk hanya tersenyum saja jika di tanya pertanyaan "Sudah bisa masak?"
Kalau saya jawab bisa, akan ad pertanyaan yang lainnya..
As examples:
"Bisa Masak?"
"Bisa."
There'll be another question like:
"Masak apa?"
So, should I explain what I cook? The tittle or the type of my cooking?
What should I tell them?
It's confusing indeed sometimes.. And I myself, don't understand..

Kita tidak perlu pamer kalau kita ingin membuktikan sesuatu. Suatu saat, semua orang akan tau reality nya..
It's ok jika kita di bandingkan dengan orang lain.. (memang itu menyakitkan)
Siapa sih yang suka di bandingkan? (Karna saya sudah tau rasany di bandingkan)
Everyone has their own plus & minus.
Just be yourself! There's nothing wrong with ourselves :)

Fighting!

Love,
A wife & mommy ❤️

No comments:

Post a Comment

You might also like:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...